Perdana : Diskusi Lingkar FISIP UNSERA

Perdana : Diskusi Lingkar FISIP UNSERA

Para dosen FISIP UNSERA menggelar forum diskusi ilmiah yang bertajuk “Forum Diskusi Lingkar FISIP UNSERA” di lingkungan gedung kampus Universitas Serang Raya pada hari sabtu (8/1) dengan pemakalah pertama Drs. Media Sucahya M.Si yang mengangkat materi tentang “Pencitraan Pemerintahan Daerah Banten Melalui Advertorial Media Lokal”. Forum diskusi dihadiri sejumlah dosen struktural dan dosen tetap serta beberapa mahasiswa FISIP UNSERA.

img25

Advertorial merupakan artikel yang dimuat di media massa dengan cara membayar dan bertujuan untuk promosi atau berkampanye yang digunakan untuk mempromosikan pandangan tertentu, demikian Media Sucahya mengawali paparan materinya. Advertorial juga merupakan Iklan yang disampaikan dalam bentuk penulisan berita dan dilengkapi dengan foto-foto seremonial, data-data, bagan, angka statistik dan ilustrasi lainnya. Sebuah promosi produk dan institusi yang dtuangkan dalam bentuk berita dengan menggunakan format 5W + 1 H (What, Who, When, Where dan How) dan dalam konteks yang berbeda, advertorial merupakan cerminan dari dominasi pemilik modal.

Pemateri juga menyimpulkan bahwa tujuan pemasangan advertorial di surat kabar lokal lebih pada strategi pencitraan untuk meningkatkan reputasi pejabat di mata publik dan idealnya anggaran belanja pemda tidak diperuntukkan untuk pencitraan pejabat yang berkuasa tapi untuk mempromosikan potensi daerah agar investor tertarik menanamkan modal

 img31

Materi diskusi tersebut cukup menarik suasana forum untuk memancing beberapa dosen menganalisis secara ilmiah kasus yang di bawakan oleh pemakalah. Seperti yang dikatakan Fikri Habibi M.Si bahwa Adevertorial di media lokal sejatinya dapat menyampaikan aspek etis dan edukasi kepada masyarakat, sementara  Usep Saeful M.Si berujar pencitraan di media dapat dikategorikan kamuflase dan tidak bersifat ideologis murni. Berbeda dengan anggota forum lainnya seperti Indrianti M.Ikom yang berpendapat bahwa pencitraan Pemda Banten melalui advertorial merupakan upaya mempertahankan kekuasaan kelompok tertentu di pemerintahan daerah Banten. Suasana diskusi yang cukup menarik sehingga diskusi yang dimulai pukul 09:00 wib sampai pukul 11.30 wib tersebut tak terasa berakhir.

Dalam pelaksanaannya materi yang dibawakan setiap dosen  disepakati sesuai dengan keahlian bidang masing-masing serta mengangkat isu lokal. Kegiatan berstandar ilmiah ini rencananya akan dijadikan agenda rutin setiap dua minggu sekali dengan jadwal yang sudah tersusun oleh para dosen FISIP UNSERA berikut ini:

NO

PENYAJI

WAKTU

MODERATOR
1 H. Abdul Malik.,M.SiDrs. Media Sucahya.,M.Si 09-Jan-16 Annisarizki
2 Marthalena.,MABudi Hasanah.,M.Si 23-Jan-16 Fikri Habibi
3 Sigit Surahman.,M.SiHudjolly.,M.Phill 06-Feb-16 Liza Diniarizky. P
4 Arif Nugroho.,M.APAhmad Sururi.,M.Si 20-Feb-16 Siska Mardiana
5 Liza Diniarizky P.,M.KesosRahmatullah.,M.Kesos 05-Mar-16 Hudjolly
6 Rahmi Mulyasih.,M.SiSiska Mardiana.,M.M 19-Mar-16 Ahmad Sururi
7 Fikri Habibi.,M.SiSukendar Alwi.,M.Si 02-Apr-16 Rachmi Yulianti
8 Annisarizki.,M.IkomIndirianti Azhar.,M.Ikom 16-Apr-16 Sigit Surahman
9 Rachmi Yulianti.,M.SiRethorika.,M.Si 30-Apr-16 Nur Sya’faat
10 Hj. Dewi Widowati.,M.SiVelda,.M.Si 14-Mei-16 Delly Maulana
11 Delly Maulana,.M.PANur sya’faat.,M.AP 28-Mei-16 Velda
12 Restu Wahyuni.,M.SiRino 11-Jun-16 Arif Nugroho
13 Usep Saeful Ahyar.,M.SiSadian Utomo.,M.Si 25-Jun-16

 

Dengan adanya jadwal tersebut, diharapkan audience dari pelbagai lapisan baik akademisi maupun mahasiswa civitas Unsera dapat berpartisipasi sekaligus menambah ilmu pengetahuan dengan menghadiri Diskusi Lingkar FISIP UNSERA.

Mencari Sosok Pemimpin Ideal ( catatan diskusi LPPAI Yayasan Pendidikan Informatika dan PS2PM Unsera )

deli

Mencari sosok pemimpin ideal tidak semudah membalikan telapak tangan. Apalagi di tengah era demokrasi liberal saat ini. Lembaga survey dan media massa menjadi Tuhan untuk menentukan siapa yang berhak memimpin negeri ini.

 

Guru Besar IAIN SMH Banten, Prof DR H M.A. Tihami MA., MM menjelaskan, dalam kebudayaan masyarakat Banten terdapat tiga kriteria untuk memilih seorang pemimpin, yakni pinter, jelinger, dan wanten.

 

Pinter berarti pemimpin harus memiliki keilmuan yang mumpuni sebagai pemimpin, jelinger, memiliki kecerdasan yang dapat menopang keilmuan tersebut seperti kemampuan mendialogkan dirinyan spiritual, ruh, akal, sosial, emosional, dan lain sebagainya.

 

“Ketiga ini yang juga penting, wanten. Meskipun alim atau jelinger, tanpa keberanian atau wanten hal itu akan sia-sia. Dan dalam diri Rosulullah itu memiliki ketiganya,”  ungkap Tihami dalam acara diskusi nasional “Islamic Leadership” yang digelar  Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Ajaran Islam (LPPAI) Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) yang bekerjasama dengan Pusat Studi Sosial dan Pengembangan Masyarakat (PS2PM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsera, di Aula Utama Universitas Serang Raya, Rabu (7/5/2014).

 

Menurut Tihami, Kepemimpinan dalam Islam memang tidak akan terlepas dari sejarah masa kepemimpinan rasulullah hingga khalifash setelahnya. Banyak hal yang bisa diambil saat proses rotasi kepemimpinan tersebtu berlangsung hingga kebijakan yang diambil saat mereka memerintah. “Banyak hal yang bisa diambil teladan dari kepemimpinan rosulullah serta para sahabat di era mereka memerintah,” ujarnya.

 

Senada diungkapkan Peneliti Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof DR Ing. H. Fahmi Amhar. Meskipun dalam istilah yang berbeda, Fahmi menjelaskan criteria pemimpin yang ideal yang seharusnya ada di masyarakat.

 

Menurut Fahmi, seorang pemimpin harus tahu keinginan masyarakatynya seperti apa, kemudian pemimpin harus hadir di setiap kejadian apapun yang terjadi di masyarakatnya. Kemudian, sambungnya, pemimpin itu harus menjadi orang yang terdepan saat rakyatnya memiliki persoalan,  bukan sembunyi dan menyalahkan orang lain.

 

Tak hanya itu, Fahmi juga menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh memberikan harapan palsu. Harus menyebarkan optimisme, spirit menyelesaikan masalah. Seorang pemimpin harus mengkoordinasikan sumber daya. Kalau diperushaan itu bisa dikomunikasikan. Kemudian bisa milih dan jujur dan bisa bekerja. “Pada posisi itulah orang muslim diberikan ajaran oleh Alquran,” tandasnya.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Mulya R Rachmatoellah mengatakan, kondisi kepemimpinan baik secara nasional maupun internasional mengalami kemerosotan, serta mengalami krisis kepemimpinan. Saat ini pemimpin jarang berbuat adil terhadap rakyatnya, jarang yang mempunyai niat yang lurus, jarang yang tidak meminta jabatan, dan jarang yang berpegang teguh pada hukum Allah.

 

“Dengan kondisi tersebut, maka apakah konsep Islam menjadi sebuah solusi dalam menjawab persoalan tersebut? Kesadaran kita sebagai umat Islam seakan-akan kita enggan untuk mengkaji konsep kepemimpinan dalam Islam,” jelasnya. (BEJE/LLJ)

FISIP Unsera dan MPR – RI Gelar Seminar Nasional

Untuk menghindari berbagai konflik yang berhubungan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat ini sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia dan untuk menumbuhkan jiwa kenegaraan menuju arah pembangunan nasional. FISIP Unsera bekerja sama dengan Pusat Pengkajian MPR RI menggelar seminar nasional bertema Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Jiwa Sekaligus Penentu Arah Pembangunan Nasional di Ball Room Le Dian Hotel, Kota Serang, Kamis (15/3).

Seminar tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, perwakilan organisasi masyarakat, organisasi external mahasiswa, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan tinggi yang ada di Banten. Dan acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua MPR RI Drs Hajrianto Y Thohari sekaligus membuka acara yang ditandai dengan pemukulan gong, Rektor Unsera Drs H Hamdan MM beserta jajarannya, Dekanat, Kabiro, dan civitas akademikalainnya.

Selain itu hadir pula beberapa pembicara yaitu Dr H Gamari Sutrisno (Anggota MPR RI FPKS), Laksda TNI (Purn) Adiyaman AS Sip (Anggota MPR RI Fraksi Demokrat), Tb Iman Ariyadi (Walikota Cilegon), H Abdul Malik M.Si (Dekan FISIP Unsera), Mufti Ali P.Hd, Dr Muhyi Mohas, dan sebagai moderator Arip Budiman (Ketua Prodi Administrasi Negara Unsera) dan Delly Maulana (Wakil Dekan FISIP Unsera).

Dalam Kynote speaknya, Hajrianto Y Thohari memaparkan dengan sangat pentingnya empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah suhu masyarakat Indonesia saat ini sebagai jiwa dan arah pembangunan Indonesia, memasayrakatkan empat pilar terus dilakukan diberbagai daerah yang berkerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia salah satunya yaitu di Banten yang bekerja sama dengan FISIP Unsera. Sebagai lembaga pendidikan muda dan berpengalaman Unsera siap untuk menjadi yang terbaik, ungkap Rektor Unsera dalam sambutannya. Dengan digelarnya seminar nasional atas kerja sama FISIP Unsera Dan Puskaji MPR RI, bisa memberikan manfaat bagi para peserta khususnya mahasiswa Unsera. (Hendra).

Prodi Ilmu Komunikasi UNSERA Jalin kerja sama dengan Harmony FM

Berbagai terobosan, akan dan terus dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSERA  Dalam menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga untuk menjalin hubungan antara Prodi Ilmu Komunikasi dengan lembaga-lembaga tersebut. Hal ini dilakukan prodi komunikasi guna memberikan pelayanan proses akademik yang maksimal, salah satu kerjasama yang telah dilakukan yaitu dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten.

Dan Prodi Komunikasi juga telah melakukan kerja sama dengan Radio Harmony FM Serang. Kerjasama ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota kesepakatan kerja sama oleh pihak Radio Harmony FM dan Kaprodi Komunikasi UNSERA Rahmi Mulyasih,S.Sos., M.Si didampingi oleh Dekanat FISIP UNSERA yang berlangsung di kantor Radio Harmony FM, Jum’at (02/03).

General Manager Harmony FM Subhan Ulum pun, menyambut baik kerja sama yang dilakukan Prodi Komunikasi dengan Radio Harmony, sebagai bukti dan eksistensi Harmony sebagai media masih memiliki peran. Selain itu, Radio Harmony juga akan menjadi Laboratorium penyiaran  Prodi komunikasi UNSERA dan akan menjadi tempat kegiatan akademik mahasiswa salah satunya dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Peraktik (KKP).

Selain dengan Radio Harmony FM, kerjasama yang dilakukan Prodi Komunikasi juga akan menjajaki media-media lain baik lokal maupun nasional. Hal ini dilakukan sebagai proses untuk memberikan pelayanan system akademik mahasiswa secara maksimaldan juga sebagai bukti eksistensi Prodi Komunikasi UNSERA dan dikenal masyarakat sebagai prodi yang mampu menciptakan mahasiswanya terdidik secara kompetitif dan profesional di bidangnya.

Dalam sambutanya, Dekan FISIP UNSERA Drs. H. Abdul Malik, M.Si mengatakan, kerjasama seperti ini akan terus dilakukan dengan berbagagai media dan lembaga-lembaga lainnya yang ada di Wilayah di Provinsi Banten dan luar banten. Selain itu, tujuannya agar Prodi Ilmu Komunikasi kedepannyah semakin mantapkan diri sebagai Prodi yang bermartabat, handal dan berwawasan global. (Hendra)

PSS FISIP UNSERA Undang Anggota DPR RI Asal BANTEN


Pusat Studi Sosial (PSS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (FISIP) Unsera, Menyelenggarakan dialog politik dalam kegiatan“SAWALA POLITIK“Ngobrol bareng anggota DPR RI asal Banten, Kamis (5/5), di koridor lanta tiga Gedung B. Yang bertema “Memperjuangkan wakil rakyat yang aspiratif”.

Dalam acara tersebut hadir beberapa pembicara,yaitu H. Jajuli Juwaeni (Anggota DPR RI komisi VIII) asal Banten, Abdul Hamid ( Pengamat politik Untirta), Delly Maulana (Direktur Pusat Studi Sosial FISIF Unsera) dan selaku moderator Muhibudin (Akademisi Unsera). Acara dimulai pukul 09.00 WIB, Dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an dan sambutan dari Dekan Fisip, Rektor, serta pemberian cendra mata. Selain itu, dalam acara ini puluhan mahasiswa turut hadir dan berkesempatan untuk berdialog dengan para pembicara mengenai peristiwa terkini di dunia politik. Dengan adanya kegiatan ini, semoga menambah wawasan mahasiswa dalam pengetahuan ilmu politik.

CJI